Minggu, 07 Mei 2017

Di China Ribuan Anak Itik Digoreng Hidup-hidup. Parahnya Tidak Untuk Dimakan Orang, Tapi..

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dalam ajaran Islam, masakan dari hewan yang tidak disembelih
terlebih dahulu atau masih hidup merupakan hukumnya haram, karena dianggap penyiksaan kepada hewan tersebut. Namun rupanya hal itu sama sekali tidak berlaku di China.









Bagaimana tidak? dalam sebuah foto mengerikan, menunjukkan bagaimana ribuan itik dimasak dalam minyak goreng panas dengan jarring. Parahnya, anak itik itu masih dalam keadaan hidup.

Anak itik goreng itu akan dijual kepada peternak ular untuk diberikan kepada ularnya atau pedagang kaki lima. Praktik sadis ini rupanya sudah lumrah bagi warga setempat.

Dikutip dari daily mail, foto-foto itik goring itu diambil oleh seorang wartawan bernama Li Gen di sebuah peternakan yang tak disebutkan namanya di Desa Tongqiao, di Kota Xidu, di Provinsi Hunan, China. Li mengatakan kalau praktik pemusnahan massal ini dilakukan setiap hari. Hal itu dilakukan karena anak itik jantan dianggap tidak berguna dan hanya akan menghabiskan banyak uang.

Salah seorang pekerja di peternakan tersebut mengatakan kepada Li bahwa mereka setidaknya butuh 20 hari untuk meneteskan telur itik. Para pekerja kemudian akan memilih mana itik yang jantan dan betina. Anak itik betina akan dijual, tapi malang bagi anak itik jantan yang akan segera menghadapi kematian meski baru beberapa hari menetas.

Anak itik jantan akan dimasukkan ke dalam sebuah jaring dan kemudian direndam dalam minyak goreng panas dengan suhu 80 derajat Celcius. Stelah digoreng, itik-itik itu akan masuk kedalam mesin untuk dihilangkan bulunya. Setelah itu mereka akan dijual kepada peternak ular atau pedagang kaki lima.

Kasihan banget ya guys. Apakah kalian tega makan itik goreng ini?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Di China Ribuan Anak Itik Digoreng Hidup-hidup. Parahnya Tidak Untuk Dimakan Orang, Tapi..

1 komentar: